Rabu, 29 Januari 2014

Bau Badan Nasaruddin Atau Bau Monyet?

Ini cerita tentang si Nasruddin Hoya ...


Istri Nasruddin ingin ada binatang peliharaan di rumahnya, maka ia membeli seekor monyet.
Nasruddin tidak senang melihat monyet itu, dan mulai membuat alasan penolakan
"Apa makanannya?" selidiknya.
"Sama dengan makanan kita" jawab istrinya.
"Dimana monyet itu akan tidur?" tanya Nasruddin kuatir.
"Di tempat tidur kita, bersama kita." jawab istrinya sambil membelai sayang si monyet.
"Waduhhh, bersama kita? Baunya nanti bagaimana?" protes Nasruddin.
"Kalau saya saja betah dengan bau itu, saya kira monyet ini juga akan tahan" kata istrinya dengan tenang.

Sabtu, 25 Januari 2014

JIMAT

Seorang ibu tidak berhasil menasehati anaknya yang suka bermain agar pulang ke rumah sebelum magrib. Kehabisan akal - akhirnya dia menakut-nakuti anaknya: "Awas! jalanan di sekitar rumah banyak hantunya, dan hantu-hantu itu akan segera keluar setelah hari menjadi gelap!"
Hasilnya, si ibu tidak perlu susah-susah lagi memanggil anaknya pulang setiap sore. Anaknya selalu pulang sebelum matahari terbenam.

Anaknya bertambah dewasa, tapi ia masih takut pada kegelapan dan hantu, sehingga ia tidak berani keluar rumah di malam hari.
Ibunya yang sudah tua kemudian memberinya sebuah jimat: "Pakailah jimat ini, sewaktu kamu memakainya tidak ada hantu-hantu yang berani mengganggumu!"

Nah!, sekarang ia berani keluar rumah di malam hari sambil memegang erat-erat jimat itu!

disadur dari buku "Burung Berkicau" oleh Anthony de Mello SJ


Kepercayaan yang buruk akan menakut-nakuti  manusia - membuat jiwanya menjadi kerdil dan semakin tergantung pada kepercayaan tersebut: menjadi seperti candu  atau tergantung kepada tokoh-tokoh tertentu: menjadi kultus individu.
Sebaliknya kepercayaan yang baik akan membebaskan jiwa manusia dan memberi pencerahan.

Jumat, 24 Januari 2014

PASTOR ...OOPS!

Seorang laki-laki kumal berjalan sempoyongan seperti orang mabuk menghampiri pastor. Tangannya memegang surat kabar, tampak seperti ada yang ingin ditanyakan kepada pastor, kemudian ia memberi salam hormat. Pastor merasa terganggu dan mengabaikan salam itu karena dipikirnya orang itu sedang mabuk.
"Maaf pastor, tahukah pastor apa yang menyebabkan arthritis?" tanyanya. Pastor juga mengabaikan pertanyaan itu yang dipikirnya pertanyaan ngawur.
Orang itu mengulangi  pertanyaannya beberapa kali. Akhirnya pastor hilang kesabaran, meledak: "Minum minuman keras menyebabkan arthritis!!! Berjudi menyebabkan arthritis!!! Suka pergi ke tempat pelacuran menyebabkan arthritis!!! ...." Tapi kemudian - sudah terlambat - pastor bertanya: "Mengapa engkau tanyakan itu?"
"Ngga, cuma dalam surat kabar ini diberitakan bahwa Paus menderita arthritis ..."
OOPS ...

Kamis, 23 Januari 2014

Cerita Imajinasi Tentang Sekeping Kebenaran

Sore itu seperti biasanya aku jalan-jalan di sekitar kompleks rumahku. Di sudut jalan aku melihat seseorang memungut KEPING KEBENARAN, dan aku juga melihat SETAN yang sedari tadi mengikuti orang itu tertawa senang. "Lho koq kamu SETAN malah tertawa senang bukannya risau melihat orang menemukan sekeping kebenaran?" tanyaku keheranan tapi juga sedikit takut. "Hahaha justru itulah masalahnya boss ..." - SETAN itu menyebutku boss mirip gaya preman yang mau malak -  "Aku membiarkannya memperoleh sekeping kebenaran agar dijadikannya berhala pegangan seumur hidup supaya dia tidak akan mencapai kebenaran sejati!"
Betul juga perkataan mas SETAN itu, tapi aku buru-buru pergi - buat apa mencampuri urusan SETAN?  hiiiijjjj ...

disadur dari buku "Burung Berkicau" - Anthony de Mello SJ

Rabu, 22 Januari 2014

"PETA" SUCI

Setelah berbulan-bulan menjelajahi sungai besar Amazon, penjelajah itu akhirnya pulang ke kampung halamannya. Penduduk penasaran, ingin tahu segala sesuatu tentang Amazon. Tapi bagaimana mungkin mengungkapkan dalam kata-kata perasaan yang memenuhi hatinya, ketika ia melihat bentang alam yang sangat indah, mendengar suara binatang penghuni rimba di malam hari? Bagaimana menjelaskan perasaan hatinya ketika mengarungi sungai berair deras yang nyaris menyeretnya? Bagaimana mengungkapkan ketakutannya ketika berjumpa dengan binatang buas?

Ia kemudian berkata: "Pergilah sendiri kesana, temukan sendiri pengalaman penjelajahanmu ..." Tapi semua orang tidak mau pergi kesana, karena dianggap terlalu beresiko dan buang-buang waktu saja.
Namun karena didesak terus, akhirnya si penjelajah membuat sebuah peta yang juga berisi sedikit ilustrasi tentang apa yang akan dijumpai disana, dengan maksud agar orang-orang itu jadi termotivasi untuk pergi kesana sendiri.

Mereka senang sekali, kemudian peta itu diperbanyak. Dan setiap orang membaca dan mempelajari peta itu, membayangkan dirinya sudah ada di Amazon.
Ada sebagian dari mereka yang menganggap dirinya ahli tafsir peta itu. Bukankah mereka sudah hafal setiap kelokan, pusaran, berapa lebarnya berapa dalamnya, dimana air mengalir deras dimana airnya mengalir tenang seperti yang ditulis di peta itu?
Beratus dan beribu tahun kemudian peta itu menjadi peta suci. Banyak orang yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk peta itu, menyebarkannya ke negeri lain. Memaksa orang lain untuk mempercayai gambar peta itu menurut tafsiran mereka masing-masing. Rela terbunuh dan membunuh demi menyiarkannya. Dan juga timbul beragam versi peta yang menurut pencetusnya adalah yang paling benar, yang paling sesuai dengan apa yang digambarkan si penjelajah semula.

Andai si penjelajah itu tahu bakal demikian, mungkin lebih baik ia diam ...

THE LITTLE FETE by Li Po

The Little Fete


I take a bottle of wine and I go to drink it among the flowers.
We are always three–
counting my shadow and my friend the shimmering moon.
Happily the moon knows nothing of drinking,
and my shadow is never thirsty.

When I sing, the moon listens to me in silence.
When I dance, my shadow dances too.
After all festivities the guests must depart;
This sadness I do not know.
When I go home,
the moon goes with me and my shadow follows me.









Komentar: Ada yang menganggap kehidupan adalah seperti singgah di suatu losmen atau menghadiri pesta. Artinya jika ada perpisahan, janganlah menjadi kesedihan, karena tamu-tamu akan datang dan pergi. Dan kita tidak perlu terikat kepadanya.
Li Po membuat syair ini karena perasaan sedih saat ditinggal pergi oleh sahabatnya Liang Kai. Lukisan di atas berjudul: Farewell to Liang Kai.
Jika kita bersahabat dengan diri kita sendiri maka tidak ada yang perlu disedihkan dengan perpisahan karena kita tidak pernah merasa kesepian bahkan saat kita sendirian.

Selasa, 21 Januari 2014

DILARANG KENCING DISINI!, ....KECUALI ....

Jengkel karena tembok pojokan rumahnya selalu dijadikan tempat kencing oleh orang lewat yang kebelet pipis, sang pemilik rumah memasang tulisan: DILARANG KENCING DISINI! dengan cat merah. Ternyata orang masih tetap kencing disitu. Mungkin menurut mereka apalah artinya sepotong tulisan tanpa sanksi dan ancaman hukuman dibandingkan dengan perasaan tersiksa karena kebelet pipis?
Karena marah, tulisan tadi ditambah menjadi: DILARANG KENCING DISINI KECUALI ANJING. Hasilnya sama, orang - yang boleh dianggap anjing  jika menurut definisi tulisan itu  - masih tetap kencing disitu. Apa ruginya disebut anjing? toh tidak ada kerugian materi!

Kebetulan jaman Suharto, jadi tulisan itu diganti dengan: DILARANG KENCING DISINI KECUALI PKI!. Nah! orang mulai takut dan pikir-pikir untuk kencing disitu karena takut dicap PKI, walaupun begitu  tetap ada juga yang kencing disitu - mungkin orang nekad pembenci rezim Suharto.
Kemudian rezim Suharto jatuh ... dan tulisan tadi kehilangan makna & kekuatannya, orang tambah berani kencing disitu malahan tulisannya juga dikencingi - entah bagaimana caranya, mungkin kencingnya disemprotkan ke atas.

Tidak kehabisan akal - walaupun dongkol - sang pemilik rumah menghapus tulisan itu  dan menggantinya dengan tampah berisi sesajen lengkap: kemenyan, bunga 7 macam, cerutu, telur ayam mentah, dan tidak lupa segelas kopi pahit. Hasilnya luar biasa! Tidak ada sepotong manusiapun yang berani kencing disitu lagi.
Sang pemilik rumah tahu sifat orang Indonesia yang lebih takut terhadap hal-hal abstrak dan tidak kelihatan, apalagi jika berbau klenik.

Hutan di lereng Gunung Merapi atau di daerah Badui bisa lestari karena dijadikan hutan larangan tempat para karuhun bermukim.
Orang Indonesia begitu taat bersembahyang dan tempat-tempat ibadat di Indonesia adalah yang paling membludak di dunia, tapi  tingkat korupsi dan kriminalitasnya tetap tinggi - tidak ada pengaruh.
Andai bangsa ini bisa taat pada aturan seperti taatnya pada ritual agama ...